Selain berdakwah, Sunan Tembayat mengajak para ajar dan pertapa untuk memeluk Islam melalui adu kesaktian. Para ajar yang berhasill di Islamkan diantaranya ajar Menak Bawa, ajar Malanggati, ajar Majasto, ajar Prawirosekti dari Gunung Gambar dan para ajar lainya.
Di atas puncak Jabalkad, Sunan Tembayat membangun sebuah masjid untuk sembahyang bersama para murid muridnya. Hingga sampai pada waktu magrib, Sunan Tembayat masuk kedalam masjid mengumandangkan adzan.
Baca juga : Sejarah Ringit, Wayang dalam perjalanan dakwah Walisongo
Saat itu suara adzan yang di kumandangkan Sunan Tembayat di dengar oleh Sultan Demak, ia kemudian berkata menyindir Sunan Tembayat ‘ baru saja menjadi wali sudah sombong, membuat masjid di atas gunung, suara adzanya di keraskan, lampunya membuat silau. Ini harus di sadarkan’.
Sunan Tembayat yang mendengar perkataan Sultan Demak dari atas puncak Jabalkad menyadari kesalahanya. Ia memerintahkan empat orang sahabat yang juga murid muridnya bernama, Kyai Gagakdhoka, Kyai Dakawana, Seh Domba dan Kyai Kewel untuk menurunkan masjid dari atas puncak Jabalkad.
Ke empet orang muridnya tersebut kemudian menurunkan masjid dengan cara di seret dari atas puncak Jabalkad. Oleh karena kesaktian keempatnya maka hanya dalam waktu singkat saja masjid tersebut sudah berada di bawah dengan kondisi sedikitpun tidak ada yang rusak atau miring. Masjid yang di turunkan dari atas jabalkad kemudian di kenal dengan nama masjid Gala.














Komentar