oleh

Kesaktian Empat Murid Sunan Bayat, Pindahkan Masjid Dari Puncak Jabalkat

Mendengar ucapan Ki Ageng Pandanaran, pengemis tersebut kemudian mengambil cangkul dan mencangkul tanah di halaman kadipaten. Bongkahan tanah yang di cangkul di lemparkan di hadapan Ki Ageng Pandanaran dan berubah menjadi bongkahan emas.

Melihat kejadian di depan matanya Ki Ageng Pandanaran sadar, jika pengemis yang ada di depanya bukanlah orang sembarang. Ia lantas duduk dan menyembah mengakui kesalahanya. Kepada Ki Ageng Pandanaran pengemis tersebut memperkenalkan, jika dirinya adalah Sunan Kalijaga. Mengetahui jika yang berdiri di depanya adalah Sunan Kalijaga, KI Ageng Pandanaran sadar jika apa yang di nasehatkan kepadanya selama ini sebenarnya untuk menyadarkanya.

Baca juga : Sejarah Ringit, Wayang dalam perjalanan dakwah Walisongo

Menyadari kekeliruanya, Ki Ageng Pandanaran  lantas  berguru kepada Sunan Kalijaga dan meninggalkan seluruh harta miliknya. Sebagian hartanya di pergunakan untuk membangun masjid dan pondok pesantren. Ia kemudian mengikuti perjalanan Sunan Kalijaga ke arah selatan di daerah pegunungan seribu di Jabalkat, Tembayat.

Di daerah Tembayat Ki Ageng Pandanaran banyak menerima murid, ia kemudian di kenal dengan sebutan Sunan Tembayat setelah memperoleh wahyu kewalian. Ki Ageng Pandanaran juga memperistri seorag wanita bernama Nyi Endang yang di kemudian hari di kenal dengan nama Nyai Ageng Krakitan.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain