Salah satu teori kepemimpinan tersebut ada pada Serat Sastra Gending yang di tulis langsung oleh Sultan Agung. Yang diwariskan untuk para pemimpin pemimpin bangsa, agar Nusantara senantiasa memiliki pemimpin yang selaras dengan jiwa bangsa timur.
Berikut tujuh falsafah kepemimpinan Sultan Agung dari sumber Serat Sastra Gending.
- SWADANA MAHARJENG TURSITA, seorang pemimpin haruslah memiliki sosok intelektual, berilmu, jujur dan pandai menjaga nama, mampu menjalin komunikasi atas dasar prinsip kemandirian.
- BAHNI BAHNA AMURBENG JURIT, seorang pemimpin harus berada di depan dengan memberikan keteladanan dalam membela kebenaran dan keadilan.
- RUKTI SETYA GARBA RUKMI, seorang pemimpin harus memiliki tekad bulat menghimpun segala daya dan potensi guna kemakmuran dan ketinggian martabat bangsa.
- SRIPANDAYASIH KRANI, pemimpin harus memiliki tekad menjaga sumber sumber kesucian agama dan kebudayaan, agar berdaya manfaat bagi masyarakat luas.
- GAUGANA HASTA, seorang pemimpin harus mengembangkan seni sastra, seni suara dan seni tari guna mengisi peradaban bangsa.
- STIRANGGANA CITA, seorang pemimpin harus memiliki keinginan kuat untuk melestarikan dan mengembangkan budaya, mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa obor kebahagiaan umat manusia.
- SMARA BUMI ADI MANGGALA, seorang pemimpin harus menjadi pelopor pemersatu dari berbagai kepentingan yang berbeda beda dari waktu ke waktu serta menjadi pelopor perdamaian dunia.
(Tok)
Baca juga : Megawati ingatkan pentingnya kebudayaan














Komentar