LOKABALI.COM- Keraton Kasunanan Surakarta Minggu pagi (20/8) menggelar wilujengan surud dalem Sultan Agung Prabu Hanyakrokusuma ke 378 Masehi / 390 tahun Jawa di Sasana Sumewa Pagelaran, Keraton Surakarta Hadiningrat.
Baca juga : 7 Falsafah Kepemimpinan Sultan Agung
Wilujengan surud dalem merupakan tradisi adat yang setiap tahun di selenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta, dalam rangka mengenang, sekaligus menghargai nilai nilai luhur semangat kepahlawanan yang pernah di lakukan oleh Sultan Agung.

Acara wilujengan surud dalam atau yang di kenal masyarakat umum haul, di hadiri para kerabat istana Kasunanan, sentana, ulama dan para abdi dalem, dengan menghadirkan mauidoh hasanah KH. Ahmad Muwafiq atau yang akrab di sapa Gus Muwafiq.
Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma memiliki nama muda Raden Mas Rangsang, ia merupakan cucu Panembahan Senopati, putra Sultan Agung Anyakrawati. Seda ing Krapyak. Sultan Agung naik tahta pada tahun 1613 di usia 20 tahun
Di masa kepemimpinanya, Mataram menemukan kejayaan dan berhasil menyatukan wilayah wilayah pesisir yang di kuasai oleh VOC.
Ia tak hanya memiliki semangat patriotisme yang tinggi, namun juga ahli strategi dan politisi ulung pada masanya.
Jiwa nasionalismenya mengobarkan semangat melawan kolonialisme dengan beberapa kali melakukan penyerangan ke Batavia.
Sultan Agung merupakan sosok panutan yang sampai saat ini masih tetap di pegang teguh di lingkungan istana Mataram.
Baca juga : Sura dalam penanggalan Jawa karya Sultan Agung
Komentar