oleh

Workshop Tim Matching Fund Kedaireka UDINUS – UNDIP : Analisis Dalam Menunjang Kualitas Garam Industri Dan Konsumsi

LOKABALI.COM-Tim Matching Fund Kedaireka UDINUS – UNDIP Semarang kembali menggelar Workshop dengan tema’ Analisis Dalam Menunjang Kualitas Garam Industri dan Konsumsi’. Sabtu(6/11/2021).

Workshop merupakan rangkaian kegiatan kedaireka yang sebelumnya telah menyelenggarakan empat kali workshop dengan mengambil tema tentang garam dan PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya ).

‘ Alasan di ambilnya tema garam dan PLTS adalah upaya untuk meningkatkan kualitas garam lokal menjadi garam industri.’ Jelas, Prof. Kusmiyati, S.T., M.T.,P.hD, selaku Ketua Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Dian Nuswantoro.

Peningkatan kualitas garam lokal menjadi garam Industri imbuh Kusmiyati perlu dilakukan, mengingat potensi garam local di dalam negeri saat ini sangat besar namun belum dapat memenuhi standar untuk kebutuhan garam Industri.

Garam local sebagian besar hanya digunakan untuk kebutuhan garam konsumsi karena tergolong masih rendah kualitasnya, sehingga belum mampu untuk mencapai kebutuhan garam industri. Oleh sebab itu perlunya inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantintas garam lokal ke garam industri.

‘ Tak terkecuali memanfaatkan IOT ( Internet Of Thing ) untuk E-Comerse sebagai pintu sukses pemasaran garam lokal.’ Sebut Prof.Kusmiyati dalam keteranganya.

Ditambahkan Kusmiyati, data informasi yang ia peroleh, 80% dari total keseluruh kebutuhan garam di dalam negeri sebagian besar merupakan kebutuhan garam industri yang harus di cukupi dengan cara impor garam. Hal itu menunjukkan besarnya kebutuhan garam industry jika dibandingkan dengan garam untuk konsumsi.

Sedangkan yang tergolong garam industri diantaranya garam untuk kebutuhan industri makanan , industri kimia dan farmasi dan industri kertas.

Beberapa aspek agar garam lokal dapat memenuhi kebutuhan garam industri maka diperlukan persyaratan aspek kuantitas , aspek kualitas, kontinuitas dan aspek harga.

‘ Aspek kualitas, teknologi kristalisasi garam akan menentukan kualitas garam yang dihasilkan agar dapat di ketahui NaCl- nya ‘ Terang Prof.Kusmiyati

Terdapat tiga jenis kualitas garam di Industri pangan. Yang pertama high grade dengan kadar NaCl 97% dan impuritas di bawah 0,05% dengan warna putih. Garam medium grade dengan kadar NaCl antara 94,7-97% dengan kadar air 3-7% dan low grade dengan kadar NaCl 90-94,7% kadar air 5-10% warna putih .

Garam Industri perminyakan kadar NaCl 95-97% dengan impuritas kadar asam sulfat maksimum 0,5%, kadar air 3-5%. Sedangkan kualitas garam untuk Industri tekstil dan kulit harus memiliki kadar NaCl minimal 95% impuritas magnesium, calcium dan air kurang dari 5%.

Sementara itu garam yang paling tinggi kualitasnya adalah garam Chlor Alkali Plant (CAP) dan industri Farmasi yang harus memiliki kadar garam di atas 98,5% dengan sedikti impuritas magnesium, calcium, sulfat dan air. Garam ini untuk industri Natrium dan Clor.

Oleh karena pentingnya analisis kadar garam yang dihasilkan dari para produsen garam lokal, maka Tim Matching Fund Kedaireka UDINUS – UNDIP rencananya akan membuat laboratorium garam guna membantu UMKM dan petani garam menganalisis kadar garam.

Rangkaian workshop yang di selenggarakan Tim Mathching Fund Kedaireka UDINUS – UNDIP di biayai dari dana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi untuk menciptakan sinergi antar perguruan tinggi dan dunia industri dunia usaha.

Dengan harapan bisa memberikan manfaat bagi dunia industri dalam hal ini industri garam di Jawa Tengah, perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen.

Dosen dapat menerapkan hasil penelitianya langsung dilapangan, sehingga manfaatnya dapat di rasakan langsung oleh para petani garam.

Tak terkecuali para mahasiswa juga dapat melakukan KKN, penelitian dan tugas akhir langsung di industri garam. Sehingga akan diperoleh lulusan yang berkualitas, baik softskill ataupun hardskillnya.

Workshop yang mengambil tema ‘ Analisis Dalam Menunjang Kualitas Garam Industri dan Konsumsi’ menghadirkan narasumber sebagai pemateri Ir. Edi Supriyo, M.T selaku Dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sekaligus Manager Mutu dan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan ( K3L) UPT Lab Terpadu UNDIP.

Muhammad Fairus Luthfa, S.T dari PT. Ditek Jaya yang akan membahas materi Aplikasi AAS Dalam Analisis Logam Pada Garam Industri dan Konsumsi.

Willy Alvani, S.T selaku Product Specialist Of Spectroscopy PT Indotech yang akan membawakan materi Penggunaan ICP – OES Untuk Logam Dalam Industri dan Konsumsi dengan menghadirkan moderator, Prof. Widayat, S.T.,M.P., IPM selaku Dosen Fakultas Tehnik Universitas Diponegoro yang juga Kepala Pusat Kajian Halal Universitas Diponegoro./ Jk



Komentar

Berita Lain