oleh

Tiga Rekomendasi Tujuan Wisata di Kabupaten Karangasem Bali

-Spot-387 views

LOKABALI.COM – Bali selain memiliki tradisi unik juga jadi gudangnya destinasi wisata di tanah air. Setiap tempat adalah tempat wisata. Terlebih lagi, pada musim liburan panjang akhir tahun ini, hampir semua spot wisata di Bali ramai dengan wisatawan.

Namun, bagi anda yang suka berpetualang dan memilih menepi, tiga destinasi wisata di ujung Timur Pulau ini sangat recommended untuk tempat melancong. Ketiganya berada di Kabupaten Karangasem.

1. Amed
Siapa tak kenal Amed. Di lokasi itu, wisatawan bukan hanya mendapatkan suasana pantai saja, tapi juga suasana pegunungan yang tenang. Suasana pedesaan yang hijau dan asri dengan akomodasi wisata yang lengkap, menjadikan Amed jadi destinasi faforit wisatawan domestik dan mancanegara.

Kabupaten Karangasem ibarat surga tersembunyi di Ujung Timur Pulau Bali. Cukup banyak lokasi wisata dengan segala keindahan disana yang tak ditemukan di kabupaten lain di Bali.

Sebut saja, teluk dengan ombak yang cukup tenang, hutan yang masih asri, pantai berpasir hitam dan putih, kekayaan tradisi yang masih terjaga hingga wisata outbond yang penuh tantangan.

2. Taman Ujung
Tempat ini termasuk heritage peninggalan Raja Karangasem tahun 1919 yang disebut sebagai Taman Sukasada Ujung.

Bangunan utama yang ada di Taman Sukasada Ujung adalah Balai Gili Kambang. Bangunan ini berbeda dengan Balai Kambang yang berfungsi sebagai tempat jamuan tamu kerajaan sekaligus tempat pengadilan. Gili Kambang adalah tempat peraduan raja yang dikeramatkan.

Meski pengunjung yang datang ke Taman Ujung tetap diperbolehkan masuk dan melihat isi kamar raja. Tapi mereka tidak diperkenankan memegang benda yang ada di kamar peraduan sang raja.

Disitu terdapat lima ruangan berupa kamar. Di kamar raja terdapat tempat tidur yang masih asli dengan meja kursi berbatu marmer dan sebuah foto raja Anak Agung Anglurah ketut Karangasem.

3. Desa Tenganan
Desa Tenganan, Dauh Tukad dan Pegringsingan menjadi simbol tradisi kuno yang tetap lestari sampai sekarang. Desa itu disebut-sebut sebagai desa Bali Mula atau Bali kuno dengan tradisi dan budaya yang berbeda dari Bali kebanyakan.

Berada di desa Tenganan bukan saja mendapati bentuk bangunan maupun logat bahasanya saja yang terasa berbeda dibanding dengan Bali pada umumnya. Disitu banyak tradisi yang masih dianggap asli dan sampai sekarang tetap dipertahankan.

Uniknya, di desa Tenganan tidak ada tradisi pembakaran jenasah atau ngaben karena warga disana menganut paham Hindu yang menyembah dewa Indra.

Yang lebih unik lagi, semua anak-anak desa Tenganan telinganya harus ditindik baik cewek maupun cowok. Untuk orang dewasa, lobang tindik itu terlihat cukup besar. Seperti yang terlihat di daun telinga I Putu Arsa yang juga menjadi tetua adat desa Tenganan. Menurut Arsa, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak desa itu berdiri dan sampai sekarang masih dilakukan oleh anak turunnya.

“Tidak ada catatan resmi mengapa warga disini harus melobangi daun telinga. Tapi sejak dulu kami percaya kalau ada yang tidak melobangi daun telinga pasti akan ada musibah. Bahkan, kalau sudah ditindik kemudian tertutup saja, itu kami anggap cacat dan tidak diikutkan dalam kegiatan di desa ini,” terang Putu Arsa.

Penasaran kan untuk mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Karangasem? (Way)

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain