oleh

Tempat Keramat jujugan Ngalap berkah Hajad Pangkat Derajat

LOKABALI.COM-Punden cikal bakal Kota Solo yang sampai saat ini masih terus di sakralkan dan dikeramatkan oleh warga masyarakat kota Solo adalah makam Ki Gede Solo.

Makam keramat tersebut berada di kampung Mloyosuman, Baluwarti, atau di dalam tembok keraton pojok sebelah utara. 

ITB-STIKOM-Bali

Sebelumnya makam Ki Gede Solo berada di sitihinggil alun alun utara Keraton Kasunanan Surakarta, akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman,  makam tersebut lantas di pindahkan ke Ndalem Mloyokusuman.

‘ Selain Ki Gede Solo, di tempat yang baru juga terdapat makam  Kiai Carang dan Nyai Sumedang ‘ Jelas sentana dalem keraton Solo, Dr.H.KP.. Dato’ Sri.KPP.Andi Budi Sosrohamijoyo, SH.,M.ikom

Masih menurut kata Kanjeng Pangeran Dr. Andi Budi, Makam Ki Gede Solo ramai di kunjungi para pelaku ritual tiap malam jumat dan malam keramat lainya, seperti malam selasa kliwon dan malam jumat kliwon. Masyarakat  sekitar sebut, Ki Gede Solo memiliki nama lain  Hadikusuma..

Sentana Dalem yang duduk sebagai  Ketua Yayasan Forum Indonesia Maju dan Berbudaya ini menambahkan, Ki Gede Solo tidak hanya dianggap sebagai punden warga masyarakat Kota Solo, tetapi juga menjadi tempat jujugan ngalap berkah hajad pangkat derajat. Tak terkecuali para pebisnis yang memiliki usaha di kota Solo.

Tokoh Ki Gede Solo tak lepas dari sejarah keberadaan Desa Sala.

Di masa awal perpindahan Keraton Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta,  Desa Sala  dahulu kala merupakan lahan rawa yang dipenuhi tanaman Sala. Oleh karena kondisi geografis tersebut lantas dikenal dengan nama Desa Sala.

Sebagai pemilik lahan, Ki Gede Solo saat itu mengihklaskan  tanahnya di pakai untuk membangun keraton, tetapi ada beberapa syarat yang harus di penuhi, salah satunya jika ia wafat jasadnya minta dimakamkan di dataran yang tinggi atau sitihinggill.

Berawal dari sejarah masa lalu inilah,  Ki Gede Solo lantas di kenal sebagai punden cikal bakal warga Solo yang sampai saat ini masih sangat dihormati.

Tak sedikit para pelaku ritual datang dari berbagai daerah, tak terkecuali para pejabat yang berharap kedudukan cepat naik pangkat. Bagitupun para calon kepala daerah, juga banyak yang ziarah di makam Ki Gede Solo.

‘ Bahkan semasa masih menjabat sebagai Walikota Kota Solo, Presiden Joko Widodo setiap tahun melakukan ziarah di makam Ki Gede Solo jelang peringatan hari jadi Kota Surakarta’ Jelas pemerhati budaya yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Peradaban Bumi Mataram.

Siapapun kata Dr. Andi Budi boleh melakukan ritual di makam Ki gede Solo tetapi harus dengan keyakinan dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Karena apa yang ada ditempat keramat hanyalah sebagai lantaran kekuasaan  Tuhan Yang Maha Esa kepada umat manusia, agar manusia sadar atas segala kekuranganya.

Selain menjadi tempat ziarah dan ngalap berkah, di makam Ki gede Solo terdapat pohon soka yang di yakini oleh warga masyarakat sekitar memiliki khasiat mampu menjadi obat bagi orang orang yang membutuhkannya(*).



Komentar

Berita Lain