oleh

Tarian Kidung Paratama Wujudkan Darma Bhakti Kepada Bumi Pertiwi

LOKABALI.COM- Tak cukup dengan kata kata dan janji, bukti kecintaan kita terhadap bangsa dan negara harus di wujudkan dalam tindakan serta perilaku setiap hari. Seperti halnya yang dilakukan para pemuda pemudi pada tanggal 28 Oktiober 1928 saat mengikat janji setia satu nusa satu bangsa, satu bahasa, bertanah air satu tanah air Indonesia.

Keterangan gambar : Para tokoh budayawan yang turut serta pada acara giat budaya hari kebangkitan./foto :lokabali

Berkaca dari perjalanan sejarah bangsa saat itu, sekelompok pemuda pemudi dan para budayawan di kota Solo mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan bersama di hari kebangkitan bangsa dengan cara menggelar kegiatan budaya di tugu lilin kota Surakarta.

Dengan simbol segenggam tanah dan air dari berbagai suku di Indonesia, para pemuda pemudi ini menyatakan sikap kesetiaan bersama.

Sebagai anak bangsa esensi kesetiaan jelas Ruwanda, selaku koordinator acara, setya sebagai anak bangsa dimanapun mereka berada. Selalu menjaga harkat dan martbat bangsa sebagai wujud bakti kita kepada bumi pertiwi, para pahlawan dan leluhur yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga demi kebeelangsungan anak cucu.

Sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban kita melestarikan warisan yang pernah di tinggalkan oleh para pendahulu, sebagai darma bhakti, ketulus ihklasan dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara Indonesia.

Meski diakui dalam situasi dan kondisi jaman saat ini memang jauh berbeda, tetapi semangat patriotik bakthi kepada bumi pertiwi harus tetap teguh sepanjang masa.

” Esensi inilah yang melandasi kegiatan budaya di tugu lilin kebangkitan 28 Oktober. Agar semangat cinta kepada bangsa dan negara terus membahana di benak para generasi muda.” jelas Ruwanda dalam keteranganya.

Acara peringatan hari kebangkitan di tugu lilin kota Solo, di isi dengan persembahan tarian kidung agung paratama yang menceritakan sikap kesetiaan pemuda pemudi terhadap bumi pertiwi yang di pijaknya.

Sebelumnya para peserta giat budaya di tugu lilin lebih dulu menggelar acara syukuran tumpeng jejeg di pendhapa omah merdeka Purwonegaran, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME dan bumi pertiwi yang telah memberikan sumber kehidupan kepada seluruh anak bangsa. /jk

Komentar

Berita Lain