oleh

Tak Memiliki Energi Ghaib, Pohon Kepuh Ribuan Tahun Di Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Roboh

LOKABALI. COM-Pohon Kepuh berusia ratusan tahun di makam Prabu Sri Makurung Handayaningrat atau Ki Ageng Pengging Sepuh di Dusun Malangan, Pengging, Minggu malam (20/6) roboh. Menurut keterangan mbah Surip juru kunci makam, robohnya pohon kepuh yang tumbuh di era Kerajaan Majapahit tersebut lantaran di terpa angin dan hujan.

‘Akibat di terjang angin, pohon kepuh roboh ke arah selatan ‘ Jelas Mbah Surip dalam keteranganya.

ITB-STIKOM-Bali
Pohon Kepuh Keramat Di Makam Prabu Srimakurung Handayaningrat ( Ki Ageng Pengging Sepuh )yang roboh/Foto: Lokabali

Satu warga Sukoharjo yang saat itu berada di dalam mobil mengalami nasib naas tertimpa pohon dan di kabarkan meninggal dunia. Korban selama ini dikenal merupakan salah satu donatur pembangunan di makam Sri Makurung.

Selain satu korban yang meninggal dunia, beberapa kendaran yang terparkir di tempat parkiran rusak. Tak terkecuali warung kopi dan rumah warga yang ada di sekitar makam juga rusak berat tertimpa pohon kepuh yang roboh.

Terlepas dari kejadian alam yang merobohkan pohon Kepuh keramat di makam Prabu Handayaningrat, Mbah Mamik Lawu, tokoh spiritual jawa asal Solo mengungkapkan, secara umun kejadian robohnya pohoh kepuh akibat faktor cuaca, akan tetapi jika di lihat dari kacamata bathin spiritual, robohnya pohon kepuh tersebut akibat tidak adanya penopang ghaib yang menyangga kekuatan pohon tersebut.

Pohon yang sudah berusia ratusan tahun biasanya menjadi tempat bersemayamnya bangsa ghaib dan berbagai benda pusaka yang memiliki energi mampu menopang daya tahan pohon hingga mampu berusia ratusan bahkan ribuan tahun.

Ironisnya banyak para tokoh spiritual mementingkan dirinya sendiri mengambil benda pusaka yang bersemayam di dalam pohon, imbasnya kekuatan energi pohon tersebut akan hilang serta tidak kuat menahan beban dan akhirnya roboh.

Dalam konsep memayuhayuning bawana, menjaga dan memelihara kelestarian alam tidak hanya menjaga harmonisasi antara manusia dengan manusia, tetapi juga manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan Sang Maha PenciptaNya.

‘ Harmonisasi antara manusia dengan alam termasuk di dalamnya mahkluk ghaib tak kasad mata juga harus di jaga keseimbanganya, agar tidak terjadi ketimpangan energi.’ Jelas mbah Mamik Lawu mengungkapkan.

Di yakini penunggu ghaib pohon kepuh merupakan sosok jin bernama Gandarwo Karawu, imbuhnya.

Robohnya pohon kepuh di makam Prabu Srimakurung dalam budaya masyarakat Jawa kerap diartikan sebagai pertanda akan adanya kejadian di bumi Nusantara, apalagi ketokohan Prabu Sri Makurung Handayaningrat yang juga kakek Sultan Hadiwijaya sekaluligus menantu Prabu Brawijaya V ini di kenal sangat ampuh. Karena ketokohanya ia di juluki Ki Ageng Pengging Sepuh atau pepunden Kerajaan Pengging.

Di komplek makam Prabu Sri Makurung selain Prabu Srimakurung Handayaningrat juga ada makam istrinya, Retno Pembayun. Makam Kebo Amiluhur dan makam Endang Widuri. Dari ke empat makam tersebut yang tampak rusak adalah makam Kebo Amiluhur./jk



Komentar

Berita Lain