oleh

Sertifikat ‘Emas’ untuk Upaya Penangkaran Gajah di Mason Elephant Park

-Jelajah, Spot-104 views

LOKABALI.COM – Setelah berupaya keras selama lebih dari 2 tahun, Mason Adventure Bali (MAB) yang mengelola taman penangkaran gajah di Taro, Gianyar, akhirnya menerima sertifikat ‘Emas’ dari Asian Captive Elephant Standards (ACES).

MAB berhasil meraih 90 persen dari kriteria yang ditetapkan oleh lembaga yang bermarkas di Thailand itu. Audit oleh ACES dilakukan untuk beberapa kriteria diantaranya, bagaimana cara menangani para gajah, hingga tempat yang layak untuk hewan mamalia raksasa di lahan seluas dari 3,5 hektar itu.

Sertifikasi ACES ini sekaligus membantah isu yang berkembang di luar bahwa Taman Gajah Taro itu melakukan penyiksaan hewan. Pemilik MAB Made Kariani bersama sang suami Nigel Mason mengatakan, penangkaran gajah yang dikelolanya sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh ACES.

“Itu tidak benar dan sertifikasi ini membuktikan sebaliknya. Sejak dua tahun terakhir kami mengikuti arahan dan melengkapi kriteria yang jumlahnya ratusan. Setiap beberapa bulan auditor memantau perkembangannya,” jelas Made Kariani yang akrab disapa Yanie Mason ini, Rabu, 20 November 2019.

Sertifikasi yang dicapai itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Kadis Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan, image terkait Bali melakukan eksploitasi binatang untuk kepentingan pariwisata tidaklah benar.

Fakta yang ada saat ini, gajah-gajah di area penangkaran itu diperlakukan dengan baik dan terpenuhi kebutuhannya.

“Mereka bisa sampai berkembang biak disini, artinya gajah-gajah itu juga merasa nyaman. Bahkan ada satu anak gajah yang baru lahir,” jelas Putu Astawa.

Mason Elephant Park ini sengaja dibangun untuk memberikan rumah baru bagi gajah Sumatera yang dibawa ke Bali. Mereka dapat hidup dengan tenang tanpa ketakutan akan ancaman kematian di habitatnya yang telah rusak.

Sementara, Kepala Perwakilan wilayah Bank Indoneia Provinsi Bali, Trisno Nugroho juga hadir dalam acara itu. Ia membagi pengalamannya ketika berada di Thailand dan melihat penangkapan gajah.

“Kondisinya jauh berbeda, Bali lebih bagus. Disana (Thailand) terlihat sangat kumuh, tapi disini, kita punya tempat yang representatif bagi kawanan gajah-gajah ini. Kondisi mereka juga sangat terjaga, ini perlu diviralkan,” kata Trisno Nugroho.

Dari sisi ekonomi, keberadaan Taman Gajah Taro itu juga membantu perekonomian masyarakat. Trisno Nugroho menyebutkan, pariwisata yang dikembangkan ini melibatkan peran masyarakat.

“Bisa dibayangkan berapa kebutuhan pakan sehari untuk gajah-gajah itu, dan pasokan pakan itu disediakan oleh masyarakat, mereka juga ikut mendapatkan ekonomi dari sini,” jelasnya demikian. (Jeane)

Komentar

Berita Lain