oleh

Sekjen FBM: Budaya Dan Era Milenial

LOKABALI.COM – Sekjend Forum Budaya Mataram, Kamis malam (24/9) menggelar sarasehan budaya di padeprokan museum keluarga Samiharjo bersama para tokoh pegiat budaya dengan mengambil tema , “Budaya dan era milenial”

” Mengingat masih dalam masa pandemi, sarasehan hanya di hadiri puluhan tokoh pegiat budaya yang mumpuni di bidangnya” Jelas Tri Purwadi dalam keteranganya.

Ide menggelar sarasehan budaya tercetus dari keluarga Sukardi Samiharjo, pemilik padeprokan museum keluarga Samiharjo yang juga salah satu pendiri ASKI pada waktu itu, dengan menggandeng FBM dan para tokoh tokoh pegiat budaya lainya.

Di sampaikan Sekjen FBM, di ambilnya tajuk budaya dan era milenial dengan harapan dapat menyatukan langkah membangun budaya yang selaras dengan perkembangan jaman saat ini.

Apalagi di era new normal seperti sekarang ini, segala kegiatan di lakukan dengan cara daring.

‘ Seni budaya dapat di kenal para milenial, namun tanpa mengurangi esensi dari keluhuran budaya itu sendiri. Harapanya, generasi milenial tetap memiliki karakter sebagai generasi yang berbudi pekerti luhur serta menghargai kearifan budayanya sendiri” Jelas Tri Purwadi dalam keteranganya.

‘ Sebab bukan mereka yang salah tak mengenal budayanya sendiri, melainkan kita sebagai orang tua yang tidak mau memperkenalkan budaya kepada para anak cucu” Ujarnya menegaskan

Dari sisi karya budaya Tri juga menyampaikan, pentingnya sebuah karya seni budaya di lindungi hak karya cipta, sehingga kedepan karya cipta budaya tersebut akan tetap dapat di kenang sebagai karya cipta budaya bangsa, tidak di klaim milik negara lain.

Budaya bagi Tri mampu menjadi alat pemersatu bangsa, seperti halnya para pendahulu kita yang membingkai seluruh budaya kesukuan Nusantara kedalam rumah Bhinneka Tunggal Ika. Segala perbedaan tersebut di satukan sehingga mampu menjadi kekuatan bagi sebuah bangsa.

Oleh sebab itu simpul simpul kekuatan budaya nusantara di berbagai pelosok tanah air senantiasa harus kita jaga dan lestarikan untuk anak cucu, sehingga kekuatan budaya sebagai pemersatu bangsa tetap akan lestari menjadi pilar keutuhan bangsa, tutupnyq/ tk.

Komentar

Berita Lain