oleh

Penyair Jamaica dan Puisi Tengah Sawah Tentang Bali

-Seni-493 views

LOKABALI.COM – ‘Kata bukan milik kita, tapi milik semua orang’. Kutipan itu diungkapkan oleh penyair asal Kingston, Jamaica Jamel A. Hall. Puisi-puisi Jamel banyak menyentuh sisi humanisme kehidupan tentang apa yang dirasakan dan dilihat.

Lulusan The University of the West Indies (U.W.I) Kingston, Jamaica ini mengatakan, saat melakukan perjalanan atau berada di suatu tempat, ia banyak mendapatkan inspirasi untuk menulis puisi.

“Ketika kita melakukan percakapan dengan teman, keluarga, atau dengan orang lain, sebenarnya ada sesuatu diluar nalar kita, yang terpikir atau tidak terpikirkan, sebagai inspirasi untuk ditulis jadi puisi,” kata Jamel saat menghadiri dialog Art, Culture, Community di Restoran Shrida Taste of Ubud, Sabtu, 25 Agustus 2019.

Seperti puisi yang mengungkapkan pengalaman barunya melihat sawah dan kunang-kunang saat tinggal di Ubud. Puisi berjudul ‘Firelight’ dikatakan Jamel, menjadi pengalaman baru buat dirinya melihat keindahan agriculture di Bali.

Penegasan itu juga diungkap dari pernyataannya bahwa, disitu ia seperti melihat bintang gemintang beterbangan diatas tanaman padi.

Di Bali, Jamel mengaku ingin banyak menulis dan mengekspresikan pengalamannya secara totalitas. Di Bali, menurut Jamel, menjadi tempat bertemunya orang dari berbagai negara. Pengalaman bertemu orang-orang baru akan dituangkan dalam tulisan.

“Koneksi dari negara luar pun menjadi lebih lebar, sehingga kesempatannya jauh lebih besar dibandingkan saya menulis dari negara saya,” ujarnya.

Sejumlah penghargaan yang pernah diraih Jamel Hall antara lain, Poetry Prize yang diadakan oleh University of the West Indies, Love
Affair With Literature 2010 dan pemenang Poetry Prize – Bookophilia, Really Really Short Story
Contest 2011.

Komentar

Berita Lain