oleh

Penghargaan Kebudayaan untuk Praktisi Seni Hingga Pelaku Kuliner di Bali

LOKABALI.COM – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan memberikan penghargaan kepada 40 sanggar dan komunitas seni di Bali.

Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan, penghargaan Kerthi Bhuwana Sandhi (KBS) Nugraha 2019. Penghargaan yang diberikan sebagai apresiasi dalam pemajuan seni tradisi dan seni modern.

“Visi misi tersebut diwujudkan dalam bentuk upaya menjaga kelestarian dan mengembangkan karya-karya berbasis budaya tinggi warisan para leluhur, seperti tari, tetabuhan, lukisan, patung, arsitektur, dan kerajinan rakyat yang bersumber dari nilai kearifan lokal,” jelas Kun Adnyana, Jumat (21/12/2019).

Selain mendapat piagam penghargaan, apresiasi juga diberikan dalam bentuk dan uang tunai sebesar Rp 50 juta. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace saat penyampaian pidato akhir tahun di Panggung Ardha Candra Taman Budaya, Bali, Jumat (20/12/2019).

Peraih penghargaan masing-masing:

Yayasan Suar Agung Bali, Sanggar Satya Laksana, Teater Selem Putih, Sanggar Kepucuk, Sanggar Seni Kecupu Mas, Laboratorium Studi Teater, Yayasan Penggak Men Mersi, Sanggar Kukuruyuk, Sanggar Rare Angon Sejati, Bentara Budaya Bali, Yayasan Basa Bali Wiki, Komunitas Seni Tugek Carang Sari, Geoks.

Komunitas Anak panggung, Sanggar Lokananta, Sanggar Seni Kayon dan Sanggar Lukis Klasik Wasundari, Bali Eksperimental, Santhi Budaya, Lukis Nagasepaha, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, Sanggar Tari Ayu, Sanggar Saraswati Sedana, Sanggar Gumi Bajra Sandhi, Sanggar Teater Bumi, Pramusti Bali, Teater Agustus.

Jepun Putih, Sanggar Tari Arini, Komunitas Teratai, Sanggar Teater Mini, Sanggar Seni Pancer Langit, Sanggar Arma, Sanggar Sabasari, Balairung Mandra Ubud, Sanggar Paripurna, Komunitas Pelukis Batuan, Sanggar Kayon, Sanggar Lukis Klasik Kamasan, Sanggar Seni Kayonan, Sanggar Kayuatis, dan Sanggar Kita Bestara.

Sementara penghargaan khusus Bali Brand diberikan kepada AA Oka Sinar (kuliner babi guling) Agus Teja Sentosa alias Gus Teja (musik etnik) Nengah Natya (coco grup/ritel), I Gusti Made Arsawan (tenun), Gede Suarsa (pipet bambu) dan Gede Pusaka (Kopi Banyuatis). (*/Way)

Komentar

Berita Lain