oleh

Ngeri, Ketakutan Warga Desa Akibat Pembongkaran Makam Punden Mbah Klabang

-Budaya-622 views

LOKABALI.COM- Pembongkaran makam punden desa mbah Klabang, di Dusun Klabang,  Jatirejo, Sawit , Boyolali tak urung membuat warga desa geram.

Meski kasus tersebut saat ini sudah di tangai oleh pihak aparat kepolisian setempat, akan tetapi terduga pelaku AP ( warga sekitar) dan beberapa orang rekanya  menyulut kemarahan warga desa.

Apalagi dari keterangan Slamet Saputra (72th) selaku ketua RW yang juga salah satu saksi dalam peristiwa pembongkan makam mbah Klabang dikatakan, jika mbah Klabang adalah punden desa yang sampai sekarang masih di hormati oleh warga desa.

Masyarakat beralasan, punden cikal bakal yang di akui oleh warga sebagai seorang ulama tersebut sudah lama meninggal, akan tetapi sosoknya konon kerap memberikan pertolongan kepada warga desa.

Baca juga : Ketua FBM :.Memilukan Penjebolan Tembok Beteng Kartasura, Pemerintah Lamban Upayakan Pelestarian Obyek Cagar Budaya

Oleh karena itu dalam setiap perayaan tradisi adat ruwahan  warga selalu menggelar doa yasin tahlil di  makam. Begitupun saat warga punya gawe atau hajad, makam punden desa selalu menjadi tempat untuk menggelar tradisi slameten memohon doa keselamatan kepada Allah SWT.

Di ceritakan Slamet, di masa penjajahan Dusun Klabang suatu hari pernah di hujani tembakan mortir oleh pasukan Belanda, tetapi tak satupun peluru meledak saat mendekati makam Mbah Klabang. Selain peristiwa 45, pohon besar yang ada di makam dulu dahannya sangat besar sekali melintang di atas salah satu rumah warga dan patah.

Ketrangan gambar : Nisan makam dengan corak purnomo sidi dari punden mbah klabang? Foto : Lokabali

‘ Jika di pikir dengan akal nalar, patahan dahan tersebut jharusnya atuh menimpa rumah warga. Akan tetapi tidak demikian. Dahan yang patah justru jatuh di samping rumah warga. Masyarakat meyakini jika peristiwa tersebut akibat campur tangan punden desa mbah klabang yang di yakini kerap melindungi warga desa ‘ Jelas Slamet dalam keteranganya.

Baca juga : Pentingnya Para Pewaris Mataram Bersama sama Menjaga Pelestarian Budaya

Alasan kearifan inilah yang membuat warga marah. Apalagi para terduga pelaku saat membongkar makam tanpa memberitahukan lebih dulu kepada  tokoh masyarakat maupun sesepuh desa, ujar Slamet menambahkan keteranganya

Di ceritakan Slamet kronologi peristiwa siang itu, saat dirinya sedang memperbaiki kandang ayam. terduga AW bersama dengan temannya  meminjam cangkul dan peralatan tukang dengan alasan akan di pakai untuk bersih bersih  makam

Keterangan gambar : Foto makam mbah klabang yang di ambil sekitar tahun 20i5 silam /Foto: istimewa

Dalam pengertianya, bersih bersih makam hanya membersihkan sampah daun yang ada di sekitar makam, akan tetapi rupanya tidak demikian. Setelah sekian lama peralatan miliknya belum juga dikembalikan, Slamet akhirnya mendatangi makam dan melihat pekerjaan apa yang di lakukan AP dan teman temanya, sekaligus meminta peralatan miliknya untuk merampungkan kandang yang rusak.

Follow Lokabali.com di Google News



Komentar

Berita Lain