oleh

Menjaga Mahakarya Pura Agung Besakih


LOKABALI.COM – Pemprov Bali melalui Gubernur Wayan Koster bertekad mengembalikan Pura Agung Besakih sebagai kawasan sakral. Berbagai penataan akan dilakukan dalam konsep Manunggal atau mengembalikan Gunung Agung menjadi satu kawasan suci dengan Pura Agung Besakih.

Nantinya, Pura Besakih akan dijadikan pusat penyatuan umat Hindu di Indonesia bahkan dunia. Segala informasi tentang Hindu tersedia di areal Pura terbesar di Indonesia itu. Pihaknya juga akan mengembalikan tata upakara sesuai aslinya.

“Wisatawan tak boleh sampai masuk ke dalam, mereka nanti akan dibuatkan tempat untuk memandang dengan informasi yang lengkap,” jelas Koster di Wantilan, Pura Agung Besakih, Kamis, 7 November 2019.

Penataan itu direncanakan mulai di tahun 2020. Menurutnya, selain bangunan suci yang ada disana, infrastruktur pendukung juga akan dibangun diantaranya, akses jalan, gedung parkir bertingkat kebawah hingga gedung multimedia yang menyediakan informasi lengkap terkait keberadaan Pura Besakih.

Dikatakan Koster, Pura Besakih merupakan mahakarya monumental yang harus dijaga kesakralanya.

“Ini sudah sakral, bukan disakralkan seperti yang ada di luar negeri. Jadi peninggalan ini harus kita jaga dan rawat sebaik-baiknya,” ujarnya demikian.

Popo Danes, seorang arsitek kondang yang terlibat dalam rencana pembangunan itu mengatakan, selama ini kemacetan sering terjadi dalam setiap upacara besar yang ada di Pura tersebut.

Gedung parkir nantinya sanggup menampung 2045 mobil, 4.470 sepeda
Motor dan ratusan bus. Selain itu, untuk wisatawan yang hanya berkunjung juga disediakan ruang ganti busana dengan ukuran yang luas.

“Toilet bisa menampung 40 orang laki dan 40 orang perempuan dalam waktu yang sama,” jelas Popo Danes.

Sedangkan, gedung multimedia akan dilengkapi dengan ruang memutar film tentang Pura Besakih berkapasitas 300 orang. (Way)

VIDEO

visual: lokabali.com

Komentar

Berita Lain