oleh

Mengikis Krisis Toleransi Melalui Local Wisdom

-Profil-81 views

LOKABALi.COM-Merebaknya faham intoleran dan radikalisme di Indonesia sebenarnya imbas dari adanya krisis kebudayaan karakter di Indonesia. Sebagai bangsa yang besar dengan berbagai ribuan adat dan tradisi yang dimiliki, budaya menjadi kunci kekuatan bagi bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu tidaklah aneh jika para leluhur leluhur kita menjadikan budaya bangsa sebagai wajah asli Indonesia di mata dunia, seperti filosofi ‘ Kuncarane Praja Dumunung Ana Luhure Budaya Bangsa’ demikian di sampaikan oleh Dr. KP.KPP. Dato’ Sri. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H, M.Ikom selaku Ketua Yayasan Forum Indonesia Maju dan Berbudaya



Pemerhati budaya yang juga wakil ketua Lakpesdam PBNU ini menambahkan, memaknai filosofi tersebut sebenarnya ada pada konteks budaya local wisdom. Sebuah budaya adat dan tradisi yang di bangun dari nilai nilai luhur kearifan di tengah masyarakat.

Local wisdom tidak hanya mampu menyatukan seluruh perbedaan yang ada, tetapi juga menjadi tempat menanamkan rasa toleransi sejak kecil. Baik dari sisi ukhuwah keagaaman, kemanusian maupun kebangsaan.

‘ Melalui local wisdom masyarakat tidak hanya menyadari pentingnya nilai toleransi, tetapi juga menjadi tempat membangun pendidikan budi pekerti ‘ Jelasnya.

Dari sisi sosial ekonomi, masyarakat di sadarkan pentingnya rasa kegotong royongan tanpa ada batasan antara yang mampu dengan yang tidak mampu. Saling bahu membahu membantu membantu agar tercipta keselarasan, baik keselarasan antar umat manusia, maupun manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan Sang Maha PenciptaNya.

Di karenakan dengan tidak adanya satu keharmonisan dalam keselarasan tersebut, akan berdampak pada tatanan hidup di tengah masayarakat. Tak terkecuali merebaknya faham intoleran dan radikalisme yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan sekali penyebaranya.

Jika masyarakat dan Pemerintah tidak sadar pentingnya kearifan lokal sebagai pilar persatuan dan kesatuan bangsa, maka imbasnya, keselamatan bangsa akan menjadi taruhanya.

Mengutip apa yang disampaiakn oleh KP. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, pelestarian budaya saat ini menjadi kebutuhan bangsa yang harus segera dilakukan. Melalui budaya segala perbedaan dapat di satukan. Selain itu, budaya juga merupakan harkat dan martabat bangsa yang harus di jaga dan di junjung tinggi nilai nilainya. Karena martabat suatu bangsa dapat di lihat dari keberadaan budayanya, tukas KP. Dr. Andi Budi dalam penjelasan./Jk



Komentar

Berita Lain