oleh

Matching Fund Kedaireka Udinus-Undip Gelar Pelatihan Teknis PLTS

LOKABALI- Tim Matching Fund Kedaireka Udinus-Undip, Sabtu siang (9/10) menyelenggarakan workshop daring pelatihan PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya) bagi para mahasiswa tehnik elektro dan tehnik mesin.

Hadir sebagai pembicara Dr. -Ing. Oo Abdul Rosyid, MSc dari Balai Besar Teknologi Konversi Energi Organisasi Riset Pengkajian Dan Penerapan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional ( B2TKE-BRIN) yang dipandu  moderator Dr. Eng Yuliman Purwanto, M.Eng, selaku Dosen Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro.

ITB-STIKOM-Bali

Dalam sambutanya Ketua Matching Fund Pusat Inovasi dan Hilirisasi LPPM  Udinus, Prof. Kusmiyati, S.T., M.T., PhD menyampaikan, pelatihan PLTS di lakukan untuk melatih kompetensi para praktisi di bidang PLTS.

‘Diharapkan melalui pelatihan  mahasiswa mampu menjadi lulusan yang memiliki kompetensi dalam memasang, mengoperasikan, memelihara dan memperbaiki sistem PLTS ‘ Terang Prof.Kusmiyati dalam sambutanya

Di tambahkan Kusmiyati, program Matching Fund Kedaireka merupakan  kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Industri sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, utamanya Perguruan Tinggi agar dapat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan baik.

Program Matching Fund Kedaireka Udinus – Undip Semarang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebagai upaya untuk meningkatkan sumber daya dosen dan mahasiswa.

Melalui program Matching Fund dosen dapat menerapkan hasil penelitian dan inovasi di dunia Industri sehingga manfaatnya dapat langsung di rasakan oleh masyarakat.

‘ Sedangkan bagi mahasiswa mereka dapat magang di dunia usaha dan dunia Industri. KKN tematik, sertifikasi, penelitian dan membuat tugas akhir kemahasiswaan’ Jelasnya

Masih menurut Prof.Kusmiyati, di gandengnya UKM industri garam dalam program Matching Fund Kedaireka Udinus- Undip agar  mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran langsung di Industri Garam, sehingga mampu meningkatkan softskill dan hardskillnya.

‘ Diharapkan dengan adanya program Matching Fund diperoleh lulusan mahasiswa yang berkualitas’ Imbuh Prof. Kusmiyati dalam penjelasanya

Di katakan, PLTS atau energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang perkembangannya cukup pesat di dunia termasuk di Indonesia. Sebagai salah negara beriklim tropis yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Indonesia memiliki potensi pengembangan energi surya yang sangat besar. Tercatat Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 207.898 MW (4,80 kWh/m2/hari).

Padahal saat ini pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,05% dari potensi yang ada. Pemanfaatan energi surya selain ramah lingkungan juga dapat mengurangi ketergantungan sumber energi dari fosil. Oleh sebab itu pengembangan PLTS juga harus didukung dengan penyiapan sumber daya manusia sebagai tenaga ahli dan terampil di bidangnya.

Melalui pelatihan tenaga teknis PLTS diharapkan semakin meningkatkan dan mempercepat pemanfaatan PLTS secara luas di Indonesia, tutup Prof.Kusmiyati dalam keteranganya./ Jk



Komentar

Berita Lain