oleh

Kopi Pantaran, Hasil Budidaya Masyarakat Merbabu

-Berita-99 views

LOKABALI.COM-Relawan Merbabu dan Pencinta Alam (Rempala ) Desa Ngagrong, Ampel, Boyolali, bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Boyolali, budayawan dan Omah Kopi Ngemplak Boyolali, melakukan penanaman kopi jenis arabica di sejumlah lahan pertanian milik warga.

‘Tak kurang dari tiga ribu bibit kopi bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah di tanam oleh warga.’ Kata Suripno, tokoh masyarakat Desa Ngagrong.

Suripno, selain di tanam sebagai komoditi, tanamam kopi, juga untuk pelindung lahan agar tidak longsor. Karena kawasan lahan di Desa Ngagrong merupakan penyangga taman nasional Gunung Merbabu.

Selama ini kopi Arabica Merbabu di kenal dengan sebutan Kopi Pantaran. Selain memiliki ciri khas aroma yang sangat sedap, kekuatan rasa kopi Arabica Pantaran terasa lebih nikmat saat di seduh.

Eko Budi, pendamping sekaligus owner Omah Kopi Ngemplak yang tenar dengan kopi nangka Boyolali, mengapresiasi langkah masyarat lereng Merbabu yang membudidaya tanaman kopi sebagai tanaman komoditi warga desa.

Di akui Budi, tanaman kopi saat ini menjanjikan hasilnya. Jika dulu biji kopi tidak ada nilainya, sekarang harganya mahal, apalagi kopi kualitas unggulan.
Oleh sebab itu perlunya para petani di berikan pembinaan dan pendampingan tata cara menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

‘ Tak terkecuali para generasi muda di lerang Merbabu, di berikan pelatihan cara menyeduh kopi.’ Ujar Budi dalam keteranganya.

Harapanya, petani kopi tidak hanya bisa menghasilkan biji kopi yang berkualitas, tetapi juga bisa berwirausaha dan mengembangkan potensi wisata melalui kopi

Sementara itu menurut Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Dan Perkebunan Boyolali, Busroni menyampaikan, kegiatan penanaman kopi juga sebagai konservasi lahan sekaligus memberdayakan masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian taman Nasional Merbabu.

Tanaman kopi juga potensial di kembangkan sebagai brand warga lereng Merbabu di Pantaran dan sekitarnya./jk

Komentar

Berita Lain