oleh

Forum Budaya Mataram : Serukan Upaya Penyelamatan Prasasti Wanasegara

LOKABALI.COM- Yayasan Forum Budaya Mataram ( FBM) melalui ketuanya, BRM. Kusuma Putra, S.H, M.H meminta dinas terkait untuk menyelamatkan prasasti Wonosegara, di Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Keterangan foto : Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram saat meninjau prasasti wanasegara di Cepogo, Boyolali / Foto: Lokabali

FBM mengkhawatirkan jika batu prasasti tersebut tidak segera di selamatkan di beri pagar dan atap, kemungkinan besar akan korosi akibat panas, debu dan hujan. Sebab beberapa aksara Jawa kuna yang ada di batu sebagian diantaranya sudah ada yang hilang. Sehingga jika tidak segera di tindak lanjuti pelestarianya, kemungkinan besar akan semakin bertambah rusak.

ITB-STIKOM-Bali

‘Belum lagi posisi batu prasati berada di ladang tembakau milik warga.’ Jelas Kusuma dalam keteranganya.

Prasasti Wanasegara dengan nomor register 044 sebenarnya sudah lama di ketahui oleh Balai Pelestari Cagar Budaya Jawa Tengah. Namun usai di temukan dan di catat dalam registrasi BPCB, belum ada upaya pelestarian. Sebab sampai Minggu (30/5/21), batu prasasti Wanasegara tetap masih berada di posisi yang sama saat ia pertama kali ditemukan. Hanya di tutupi plastik bekas penutup tanaman milik petani.

Dari hasil tinjauan tim FBM di lapangan di ketahui, prasasti tersebut kemungkinan besar mengungkap kawasan lereng Merapi di era abad ke sembilan sebagai kawasan mandala atau keresian. Sebab dimungkinan banyak keterkaitan batu prasasti wanasegara dengan situs situs lain di sekitarnya. Apalagi posisi batu prasasti berada di pinggir sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Yudi, ahli manuskrip jawa kuna yang juga mantan alumni Universitas Udayana Bali mengungkapkan, batu prasasti wonosegara berbunyi ‘swasti çāka warṣātīta 823 jyaṣṭa māsa, pañcami çukla ha wa so. kāla niki paçarūṅga nāma …’

Keterangan gambar : Yudi, salah satu ahli manuskrip jawa kuna saat membaca prasasti wanasegara / Foto: lokabalj

‘Di tulis pada hari Senin Wage 823 Saka’ Kata Yudi dalam keteranganya.

Yudi, kemungkinan besar masih ada benda cagar budaya lainya yang belum di temukan di sekitar prasasti wanasegara, mengingat kawasan ini dulu merupakan kawasan mandala atau keresian. Sehingga menurut perkiraan, masih banyak jejak sejarah peradaban yang tertimbun di dalam tanah.

Sementara itu menyikapi lambanya pemerintah melakukan upaya penyelamatan benda benda cagar budaya, Ketua Forum Budaya Mataram menyampaikan, dinas terkait dapat mengandeng lembaga lembaga pelestari budaya.

Agar upaya penyelamatan dan pelestarian dapat segera di lakukan.

Upaya penyelamatan tidak hanya melindungi keberadaan benda sejarah yang sudah di temukan, tetapi juga dapat memanfaatkan fungsinya sebagai destinasi wisata sejarah. Hasil dari konsep pengembangan wisata sejarah tidak hanya menarik generasi muda untuk datang melihat dari dekat peninggalan sejarah nusantara, tetapi juga menanamkan karakter jati diri dalam diri para generasi muda tentang nilai nilai luhur yang pernah di bangun oleh para leluhur leluhur di Nusantara, tutupnya. / Jk



Komentar

Berita Lain