oleh

Diatas Kanvas, Putu Purwa Bercerita Tentang Gestur dan Pembebasan

-Seni, Vlog-473 views

LOKABALI.COM – Tubuh berbicara dalam bahasa universal. Gestur tubuh tersebut menjadi konsep yang diaplikasikan oleh pelukis Ida Bagus Putu Purwa dalam karya-karya lukisannya.

Pelukis asal Sanur itu menampilkan 23 karya lukisan dalam pameran tunggal berjudul ‘Awak’, mulai 23 Mei-30 Juni 2019 di Artspace, Artotel Sanur, Bali. Menurutnya, karya yang dipamerkan itu menjadi kegelisahan yang lepas atas problematika yang dihadapinya.

Berangkat dari situ, kanvas dan kertas menjadi pelampiasan curahan hati untuk membebaskan diri.

“Saya dapat anugerah dari putri bungsu saya. Dia terlahir berkebutuhan khusus dan tidak dapat berkomunikasi verbal kecuali dengan bahasa tubuh. Karya-karya yang saya pamerkan disini semua berangkat dari problem itu,” jelas Putu Purwa di Artspace, Artotel Sanur, Bali, Kamis, 23 Mei 2019.

Kisah di balik lukisan itu menjadi daya tarik tersendiri. Disamping, ekspresi dari obyek lukisan juga memiliki banyak makna. Maskulinitas yang ditampilkan, seolah mewakili perasaan dan jiwa Putu Purwa yang ditampilkan dalam bentuk lukisan.

Ia mengaku, untuk mendapatkan ekspresi yang hidup dari obyek yang dilukisnya, dibutuhkan model. Disitulah, pameran ‘Awak’ ini menjadi perwujudan dari subyek utama yang sama dari diri senimannya sendiri.

Karya-karya Putu Purwa merupakan ekspresi dari pencarian kebebasan dan cerminan gerakan penderitaan dalam menemukan mimpinya.

“Yang saya pamerkan disini obyek dari dua orang model. Sepertinya, kedepan saya tetap akan dibantu model dalam setiap lukisan saya,” jelas Putu Purwa. (Way)

Komentar

Berita Lain