oleh

Cinta Ditolak Ilmu Hitam Terkoyak

LOKABALI.COM – Ruang berias pemain Sekaa Drama Gong Wijaya Kusuma, Desa Abianbase, Gianyar nampak ramai. Namun, Dewa Putu Sukawati hanya terduduk di karpet.

Kemudian, ia mengeluarkan kertas berisi sinopsis yang digarapnya. Cerita itu berisi babakan atau pembagian cerita drama gong berjudul ‘Gusti Ayu Klatir’. Dewa yang menjadi sutradara memutuskan mengangkat kisah ini sebab kaya akan tuntunan.

“Jadi sosok Gusti Ayu Klatir ini jahat, karena menggunakan ilmu hitam untuk merebut hati Putu Cakra,” jelas Dewa.

Putu Cakra adalah seorang putra raja yang telah jatuh cinta dengan Gusti Ayu Mas, yang ternyata adalah sepupunya sendiri. Setelah lama mengasingkan diri, Putu Cakra pulang kembali ke kerajaan dengan membawa Gusti Ayu Mas yang akan dijadikan sebagai calon istri.

Melihat keadaan itu, Gusti Ayu Klatir yang merupakan seorang anak Patih Agung Dursana tidak menerima kondisi tersebut dan segera mengandalkan segala upaya untuk membuat Putu Cakra berpaling padanya.

Tapi, sejatinya tak ada kejahatan yang abadi. Akhirnya daya upaya Gusti Ayu Klatir terbongkar. Sebuah cincin yang memiliki kekuatan Bayu Pramana memancarkan kesaktian membuat kejahatan Gusti Ayu Klatir dan ayahnya terkoyak. Sehebat apapun ilmu hitam, tak akan menang melawan kebaikan.

Drama gong yang berlandaskan Cerita Panji ini, tak jauh dari konflik kerajaan yang menjadi puncak cerita. Para pemain yang berasal dari kalangan penari menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi Dewa.

“Pelatihnya tak hanya saya saja, ada Agung Aji Raka Prayadnya yang juga pemain drama gong lawas seperti saya,” ungkap Dewa.

Pada masanya, Dewa memerankan sosok punakawan buduh yang turut memancarkan aura banyolannya hingga kini. Kedepannya, Dewa pun berharap agar kesenian layaknya drama gong ini, sering ditampilkan dalam acara-acara tertentu sebagai upaya bentuk pelestarian kesenian drama gong itu sendiri. (*)

Komentar

Berita Lain