oleh

Beri Rasa Aman ke Pelanggan, Waxpert Studio Bali Terapkan Treatment dengan Prokes Ketat

LOKABALI.COM – Membuka peluang usaha di masa pandemi memang tidak mudah. Membutuhkan kesabaran dan kerja keras untuk terus bertahan. Begitu juga dengan dilakukan oleh seorang dokter kecantikan muda, dr. Yutina Himawan bersama sepupunya Elysia Ginadevi, yang mendirikan studio/salon Waxpert di awal masa pandemi. Usaha itu berlokasi di Jalan Tukad Barito Timur No 88x, Renon, Denpasar.

Waxpert Studio, awalnya didirikan karena sang pemilik merasa kesulitan menemukan salon waxing di Bali ini. Terlebih lagi di masa pandemi, protokol kesehatan mutlak dibutuhkan sebagai tambahan layanan. Mengingat, hal itu akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.



Bukan hanya fasilitas protokol kesehatan saja yang disediakan, tapi seluruh staf secara rutin harus menjalani rapid test antibodi setiap minggu sekali dan rapid test antigen sebulan sekali.

Credit: Lokabali.com

Yutina Himawan mengatakan, saat bekerja, semua stafnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa, masker, faceshield, sarung tangan, dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Sedangkan untuk pelanggan selama terapi harus tetap menggunakan masker dan mencuci tangan atau handsanitizer saat datang.

“Jadi kita juga harus memberikan rasa aman ke pelanggan. Karena saya tau sendiri kalau misal saya datang ke salon terus stafnya engga di rapid test, was-was juga,” kata pemilik Waxpert Bali dan Jakarta, Yutina Himawan di Studio Waxpert nya, Denpasar, Rabu (6/1/2020).

Dengan tag line ‘Your Expert Waxing Partner’ dimaksudkan untuk menjadikan lebih dikenal oleh masyarakat. Karena semua therapist sudah diberikan latihan oleh Wax Academy sebagai lembaga profesional.

Yutina mengatakan, bahan untuk terapi menggunakan produk impor dari Spanyol, dan produk lokal dari Indonesia yang berkualitas ekspor dan sudah terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Harga yang diberikan juga sangat terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat.

Di Waxpert Bali, selain spesialist waxing dan eyelash extension, juga melayani treatment lain, seperti facial, nail treatment, dan juga body treatment lainnya. Salon itu juga menyediakan home service yang melayani di areal maksimal 20 km.

Potongan harga diberikan untuk memberi keringanan kepada pelanggan dan juga memberikan layanan member. Terutama untuk pasangan suami istri dengan persyaratan dalam sebulan telah terakumulasi belanja senilai Rp 3,5 juta.

Terkait kontribusinya untuk Aku For Bali, Elysia Ginadevi, yang juga pemilik Waxpert mengatakan, setiap rezeki yang didapat ada sebagian milik orang lain.

“Saya selalu diajarkan oleh orang tua saya apa yang kita dapat harus kita berikan juga kepada orang lain, sebelumnya aku memberikan sebagian rezeki kepada tukang ojek, dan orang-orang yang membutuhkan sampai akhirnya aku ketemu dengan kak Anita dan join di ‘Aku For Bali’. Jadi sekarang menemukan sasaran yang tepat untuk berbagi,” Jelas Elysia.

Ia juga mengatakan, saat ini Waxpert hanya melayani pelanggan yang sudah membuat janji (appointment), untuk layanan treatment.

Sementara itu, Isyanita Tungga Dewi, founder Aku For Bali mengapresiasi kontribusi yang diberikan oleh Wax Pert. Ia berharap Waxpert dan Aku For Bali kedepannya lebih sukses dan tetap berbagi untuk sesama yang membutuhkan. (Ros)



Komentar

Berita Lain