oleh

Bali Menjaring Wisman Berkualitas

-Berita-502 views

LOKABALI.COM – Destinasi Bali saat ini tengah menghadapi dilema, antara membuka peluang sebanyak-banyaknya kedatangan turis mancanegara, atau menyeleksi kunjungan turis hanya untuk wistawan berkualitas. Keputusannya adalah, Bali sudah pada pilihannya menjaring wisatawan berkualitas.

Namun, di saat Bali fokus dengan pilihannya, muncul tekanan lain dengan menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali. Hal itu terjadi karena dampak dari degradasi ekonomi global akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

“Kalau soal penurunan wisatawan, itu bukan hanya terjadi di Bali, tapi fenomena global yang sampai saat ini masih dipengaruhi oleh situasi perang dagang Amerika dan China,” ujar Wagub usai membuka pertemuan tahunan BI di Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Senin, 16 Desember 2019.

Quality tourist yang dipilih, awalnya dilatarbelakangi oleh gempuran wisatawan Tiongkok yang memperlakukan Bali dengan ‘harga murah’.

Saat ini, fenomena lain pun muncul dengan maraknya oknum turis asing yang sering membuat keonaran di Bali. Kalau dibiarkan saja, citra pariwisata Bali yang akan rusak. Wisatawan ‘perusuh’ juga mengusik kenyamanan wisatawan lain, bahkan sampai mengganggu suasana Kamtibmas.

Karena persoalan itu, pemerintah daerah mengambil sikap tegas dengan menggandeng Polda Bali untuk menelusuri jejak rekam wisman yang akan berkunjung ke Bali.

“Kita lakukan dari hulunya, dari negara asal mereka. Kalau memang sudah terindikasi (jejak rekam negatif) di negara asalnya, ya kita cegah,” jelas Wagub Cok Ace.

“Bali sekarang agak hati-hati dalam menerima wisatawan, kalau mereka hanya mengganggu keamanan. Kita tidak melihat angka, tapi sudah mengarah ke quality tourist,” tambahnya demikian.

Sejumlah persoalan kerap terjadi di Bali dengan pelaku oknum wisatawan asing. Sebut saja, pelecehan tempat suci, pencurian barang di vila oleh turis asing, wisman yang menolak bayar makanan, hingga yang terakhir bule perempuan bernama Emma Bell, asal Australia yang berpura-pura jadi korban begal.

Namun, setelah polisi turun tangan, ternyata itu hanya modus agar mendapatkan klaim asuransi dari negaranya. Bahkan, diantara oknum wisman tersebut juga ada kelompok sindikat pembobolan ATM. (Way)

Komentar

Berita Lain